
Dalam
pengamatan penulis, melatih tendangan agar menjadi bagus agak lebih
sulit dibandingkan dengan melatih pukulan dan tangkisan, beberapa hal
yang membedakan adalah kaki memiliki ukuran yang lebih besar dibandingan
tangan, sehingga untuk menggerakan memerlukan effort yang lebih besar,
apalagi untuk anda yang mempunyai ukuran tubuh besar (gemuk). Faktor
kedua adalah untuk melatih tendangan memerlukan latihan pelenturan kaki,
khususnya untuk tendangan yang tinggi. Kelenturan ini akan mudah
dilatih ketika mulai berlatih dari usia dini, tetapi untuk usia yang
dewasa maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melatih
kelenturan. Faktor ketiga adalah untuk melakukan tendangan memerlukan
latihan keseimbangan, karena ketika menendang maka otomatis kaki yang
menumpu hanya tinggal satu. Tingkat kesulitan keseimbangan akan semakin
bertambah ketika akan melakukan tendangan belakang atau memutar, dan
khusus untuk tendangan yang melompat maka diperlukan faktor lain yaitu
keringanan tubuh. Ketika belajar tendangan
hal pertama yang perlu
diperhatikan adalah teknik menendang, konsep menendang bukan seperti
ayunan tetapi terdapat hentakan atau dorongan. Letak dorongan tergantung
dari jenis tendangannya, misalnya tendangan lurus (maegeri)maka
dorongannya dimulai dari mengangkat paha dan dorongan dengan menggunakan
lutut, kemudian kaki di luruskan dengan cepat dan keras, dan posisi
telapak
kaki agak keatas. Lalu tendangan
memutar (mawashi ushiro gerie) adalah tendangan memutar yang efeknya
sangat besar pada objek yang menjadi sasaran gerakan ini, badan di putar
60 derajat kebelakang, kepala menoleh ke arah lawan/objek kemudian kaki
di putar dan di kenai pada sasaran.
Langkah kedua setelah
mengetaui tekniknya, maka perlu dilatih dengan perlahan-lahan, karena
apabila dipaksakan dengan gerakan keras maka akan terjadi cidera pada
otot ataupun pada sendi.
Langkah ketiga adalah sering melakukan
senam kaki, baik yang berupa penguatan maupun pelenturan. Latihan
kekuatan menurut penulis sangat penting, karena apabila anda hanya
berlatih menendang tanpa latihan penguatan maka ibarat seperti karet
yang selalu ditarik maka lama-lama akan mekar dan cepat putus.

Jenis latihan kekuatan selain yang
terdapat dalam senam kaki maka perbanyaklah lari, minimal adalah dengan
lari ditempat dengan mengangkat paha, loncat-loncat atau berjalan dengan
jarak yang jauh. Di dalam beladiri lain semisal Thifan Po Khan seorang
pemula harus terbiasa berjalan sekitar 60 mil, 1 mil sekitar 800 meter,
berarti 48 km dan pada tingkat berikutnya akan semakin jauh. Selain lari
boleh juga menggunakan pemberat kaki, tetapi khusus untuk pemberat ini
harus diperhatikan faktor kesehatan dan nutrisi karena bisa berdapak
lumpuh layu. Teknik lainnya adalah dengan memperkuat perut dengan
senam-senam perut, karena tendangan tidak akan baik apabila perut tidak
kuat. Dalam beladiri Thai Boxing atau kick Boxing kecepatan tendangan
dapat juga dilatih di dalam air. Dan sebagai sarana melihat hasil dari
latihan tendangan maka dapat membuat bola-bola yang digantung sebagai
target tendangan atau dapat juga menggunakan sandsack seperti yang
digunakan dalam latihan pukulan.Dalam hal untuk latihan kelenturan maka
selain memperbanyak senam kelenturan seperti split samping, split depan
maka dapat juga menggunakan alat bantu berupa karet atau tali yang
dipasang di ujung kaki dan ditarik perlahan-lahan. Atau meminta bantuan
teman untuk mengangkat kaki tinggi-tinggi bak kedepan, kebelakang maupun
kedepan.

Pengalaman
khusus penulis agar bisa split adalah dengan menggunakan kaos kaki dan
berlatih di lantai yang licin, sehingga dengan cukup mudah kaki . Tetapi
khusus untuk teknik ini musti hati-hatitertarik untuk split karena
belum teruji untuk semua orang (hb)
No comments:
Post a Comment